Pod: Jenis, Perbedaan, Tips Pilih Sebelum Beli

pod open system pod closed system

Seiring berkembangnya teknologi vape, semakin banyak pilihan device yang hadir dengan fitur dan desain yang beragam. Hal ini malah membuat vapers bingung memilih pod yang sesuai.

Secara umum, pod system terbagi menjadi dua jenis, yaitu pod open system dan pod closed system. Keduanya memiliki karakteristik dan cara penggunaan yang berbeda, tetapi sama-sama menawarkan penggunaan yang ringkas dan praktis.

Lalu apa yang membedakan antara open system dan closed system? Mari simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini!

Apa itu Pod?

Pod adalah salah satu jenis device vape yang memiliki ukuran kecil, ramping, ringkas, dan praktis. Desain pod sederhana dan menawarkan kemudahan dalam penggunaan. Oleh karena itu lah, pod banyak dipilih oleh vapers terutama bagi pemula.

Pod bekerja dengan menggunakan coil sebagai elemen pemanas. Ketika device diaktifkan, coil akan memanaskan liquid yang terdapat di dalam pod atau cartridge hingga menghasilkan uap yang kemudian akan dihisap oleh vapers. 

Secara umum, gambaran tentang bagian-bagian pod:

pod system

Secara umum pod terbagi menjadi dua jenis, yaitu pod closed system dan pod open system. Keduanya memiliki karakteristik dan mekanisme pengisian liquid yang berbeda. Yuk, simak penjelasan lengkapnya pada poin berikutnya!

Jenis Pod

Pod vape secara umum memiliki dua jenis berdasarkan sistem penggunaan cartridge dan liquid, yaitu closed system dan open system. Keduanya memiliki karakter, cara penggunaan, serta kelebihan dan kekurangan yang berbeda.

a. Closed

Pod closed system adalah jenis pod yang semua komponen berasal dari produsen mulai dari liquid, cartridge, dan coil. Sehingga kamu tidak perlu mengisi ulang liquid secara manual, karena liquid sudah secara penuh dimasukkan ke dalam pod. 

Salah satu pod yang masuk kategori pod closed system adalah disposable pod. Berikut contoh disposable pod dari brand RelX:

Salah satu karakter utama closed system adalah kemudahan penggunaannya. Vapers hanya cukup memasang cartridge yang sesuai dengan device, kemudian device dapat langsung digunakan. 

Ketika liquid di dalam cartridge telah habis atau sudah tidak dapat digunakan dengan baik, cartridge diganti dengan yang baru. Beberapa contoh closed system yang mungkin sudah tidak asing di kalangan vapers yaitu RELX, Lush Bar, dan Elf Bar.

Beberapa karakteristik closed pod system antara lain:

  • Praktis dan mudah digunakan
  • Perawatan relatif sederhana
  • Penggunaan sekali pakai (termasuk device dan cartridge)
  • Pilihan modifikasi liquid/cartridge terbatas

b. Open

Pod open system merupakan pod yang memungkinkan pengguna untuk mengisi liquid secara langsung ke dalam cartridge. Cartridge dalam pod memiliki tempat pengisian liquid yang dapat digunakan kembali selama kondisinya masih layak. 

Pada beberapa device, vapers juga dapat menggunakan settingan tertentu, seperti daya (wattage), airflow, atau mode penggunaan tergantung spesifikasi perangkat. 

Selain pengisian ulang liquid, beberapa open pod system (versi lama) juga menggunakan coil yang dapat diganti, sehingga tidak perlu mengganti seluruh cartridge. Namun, ada pula pod yang menggunakan cartridge dengan coil terintegrasi seperti cartridge kebanyakan saat ini.

Contoh pod open system adalah pod T28 TRML. Berikut gambar pod open system dari TRML:

pod open system trml

Beberapa karakteristik open pod system antara lain:

  • Liquid dapat diisi ulang
  • Pilihan liquid lebih beragam
  • Penggunaan cartridge tidak terbatas untuk 1 liquid
  • Lebih fleksibel untuk penggunaan jangka panjang (dengan perawatan rutin).

Perbedaan Jenis Pod

Pod closed system dan pod closed system memiliki karakter yang berbeda. Berikut perbedaan pod open system dan pod closed system:

AspekPod Open SystemPod Closed System
Pengeluaran biayaLebih mahal tapi untuk jangka panjangLebih terjangkau
Pengisian liquid Tidak bisa dilakukanDapat diisi ulang
CartrigdeUmumnya sekali pakai Dapat digunakan kembali pada kondisi tertentu
Pilihan liquid Mengikuti cartridge yang tersediaLebih bebas memilih liquid
Fleksibilitas Lebih terbatasLebih fleksibel
Penggunaan Tinggal gunakanPerlu pengisian dan perawatan
Kepraktisan Tinggi Sedang

Tips Memilih Jenis Pod untuk Daily Drive

Memilih jenis pod tidak bisa dilakukan secara sembarangan, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Berikut ini tips memilih jenis pod untuk aktivitasu:

1. Kenali Jenis Pod

Seperti yang dijelaskan pada poin di atas bahwa pod memiliki dua jenis yaitu pod closed system dan pod open system. Pahami karakteristik masing-masing agar lebih mudah menentukan kebutuhan pengguna.

2. Pertimbangkan Pod Closed System vs Pod Open System

Closed pod cocok bagi pengguna yang mengutamakan kepraktisan karena cukup mengganti seluruh devicenya saat mau ganti liquid. Sementara itu, pod open system lebih fleksibel karena pengguna dapat memilih dan mengisi ulang liquid sendiri, tetapi juga membutuhkan perawatan. 

3. Perhatikan Kapasitas Baterai

Kapasitas baterai menentukan daya tahan device ketika digunakan. Untuk aktivitas sehari-hari, pilih kapasitas yang sesuai dengan intensitas pemakaian. Perhatikan juga fitur fast charging juga menjadi bahan pertimbangan.

4. Perhatikan Ketersediaan Cartridge

Sebelum membeli, pastikan cartridge mudah ditemukan. Komponen ini perlu diganti secara berkala. Cek terlebih dahulu ketersediaan di toko langgan atau vape store terdekat. 

Misalnya device pod TRML membutuhkan cartridge T-Max TRML. Jadi saat membeli device, pastikan keberadaan cartridge T-Max juga tersedia.

5. Resistansi Coil

Resistansi coil yang ada di cartridge memengaruhi sensasi yang kamu mau. Coil 0.8-1.0 Ohm umumnya digunakan pada pod dengan daya yang relatif rendah dan memberi sensasi ngevape yang smooth.

Poin ini mungkin akan sedikit ribet. Daripada bingung, kamu bisa langsung menanyakan ke vaporista Vape On agar tidak zonk.

6. Perhatikan Fitur Pada Device

Pilih fitur yang mendukung aktivitas vaping kamu, seperti adjustable airflow, indikator baterai, USB-C charging, pengaturan daya, hingga sistem pengaman. Tidak perlu mengejar fitur yang tidak akan digunakan. 

7. Hitung Biaya Bulanan

Jangan hanya melihat harga device, pertimbangkan juga biaya yang lain seperti liquid dan cartridge (untuk pod yang memiliki device dan cartridge terpisah). Dengan begitu kamu bisa mengetahui apakah budget yang kamu miliki sesuai untuk kebutuhan jangka panjang.

Baca Juga: 7+ Rekomendasi Liquid Salt Nic Terbaik

8. Cross-chcek Sebelum Membeli 

Sebelum checkout, pastikan kembali harga device, kompatibilitas cartridge atau coil, ketersediaan bagian pod, kapasitas baterai, fitur, dan biaya penggunaannya. Cek ulang sebelum membeli, pastikan pod sudah sesuai dengan kebutuhan aktivitas vaping kamu. 

Jadi itulah tips memilih pod agar kamu tidak salah beli, ya.

Kedua jenis pod system di atas memiliki karakteristik dan beberapa perbedaan. Pod closed system lebih menonjolkan aspek praktis dan kemudahan dalam penggunaannya. Sementara, pod open system menawarkan fleksibilitas dan kemampuan untuk mengatur komponen tertentu. 

Untuk memilih pod sesuaikan dengan kebutuhan, preferensi, dan pemahaman pengguna terhadap cara penggunaan dan perawatannya. 

Jangan ragu untuk share artikel ini ke sesama vapers lainnya, agar mereka bisa mengetahui perbedaan dan tips memilih pod!

Baca juga: 

Mengenal Perusahaan Vape On Indonesia

Vape On Indonesia adalah perusahaan retail dan distribusi vape terbaik di Indonesia yang telah beroperasi sejak tahun 2016. Dengan komitmen menghadirkan produk berkualitas dan layanan profesional, Vape On Indonesia menyediakan berbagai produk vape lengkap, mulai dari device, liquid, hingga komponen vape lainnya bagi mitra bisnis dan konsumen di seluruh Indonesia.

Bagikan melalui :

WhatsApp
X
Facebook
Telegram
logo tentang vape on

Verifikasi Usia

Anda wajib berusia 21+ agar bisa mengakses website kami.

Belum berusia 21+? Klik disini!