Pod dan mod memang sama-sama jenis vape, tetapi keduanya berbeda. Vapers baru kerap kali bingung mana yang lebih baik antara pod dan mod? Mana device yang harus dipilih untuk pertama kali mereka coba?
Melalui artikel ini, Vape On akan membahas apa saja perbedaan pod dan mod. Kami juga akan membahas kapan kamu cocok menggunakan pod dan mod. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
Apa Perbedaan Pod dan Mod Vape?
Kami akan membahas perbedaan pod dan mod berdasarkan beberapa aspek, seperti ukuran, jenis liquid, produksi uap dan liquid, baterai, cartridge, dan harga. Berikut detail perbedaan pod dan mod:
1. Ukuran
Pod memiliki ukuran lebih kecil dari mod. Ukurannya yang lebih kecil dan ramping membuat beratnya lebih ringan. Sementara itu, ukuran mod lebih besar dan bentuknya seperti kotak tabung. Berikut perbandingan ukuran pod dan mod melalui gambar di bawah ini.
Jadi, pod lebih praktis dibawa kemana-mana. Dari segi ukuran, pod lebih banyak dipilih karena bisa dimasukkan ke saku celana, dikalungkan, atau tidak terlalu memakan banyak space. Vapers yang sedang bepergian dan tidak mau ribet, tetapi tetap mau nge-vape, pod sangat tepat menjadi pilihan.
2. Jenis Liquid dan Nikotin
Pod didesain menggunakan liquid salt nicotine. Liquid jenis ini memiliki kadar nikotin yang sangat tinggi (misalnya 25mg–50mg), namun memiliki throat hit yang halus.
Sementara itu, mod dirancang untuk liquid freebase. Liquid freebase umumnya memiliki kadar nikotin rendah (misalnya 3-9mg). Karena mod menghasilkan uap yang sangat banyak, bahkan kadar nikotin yang rendah sudah terasa kuat. Menggunakan kadar nikotin tinggi pada mod akan menyebabkan hit throat yang sangat kasar dan menyakitkan.
3. Produksi Uap dan Liquid
Perbedaan utama pada produksi uap terletak pada besaran tenaga (watt) yang digunakan. Mod didesain untuk beroperasi pada daya tinggi (hingga 200 Watt lebih) dengan coil yang memiliki permukaan luas. Hasilnya produksi uap mod sangat tebal, padat, dan banyak.
Sebaliknya, pod beroperasi pada daya yang jauh lebih rendah (umumnya di bawah 40 Watt). Hal ini membuat pod menghasilkan uap yang tipis, sedikit, dan lebih halus, yang bertujuan untuk meniru sensasi asap rokok konvensional.
4. Baterai
Baterai di pod menggunakan baterai tanam (built-in). Kamu tidak bisa mengganti atau melepas baterai sesukamu. Baterai tanam pada pod membuatmu harus me-charger pod sekaligus.
Baterai tanam pada mod membuat device ini lebih praktis dan ringan. Di sisi lain, saat baterai rusak, kamu harus mengganti device sekaligus. Artinya, kamu perlu membeli pod baru saat baterainya mengalami kerusakan.
Sementara itu, baterai mod menggunakan baterai eksternal. Baterai untuk mod biasanya memiliki kapasitas 18650, 20700, atau 21700 mah. Kamu perlu mengeluarkan baterai dan menggunakan charger baterai untuk charging.
Jadi, charger baterai ini salah satu komponen yang tidak bisa lepas saat kamu mau membeli device mod. Pengeluaran saat membeli device pod atau mod bisa kamu baca di poin selanjutnya.
5. Harga
Perbedaan pod dan mod selanjutnya adalah dari sisi biaya. Dari segi harga, pod lebih terjangkau dibandingkan dengan mod. Pada awal penggunaan, kamu cukup membeli device pod dan liquid. Sementara itu, pengguna mod tidak hanya membeli device mod, tetapi mereka perlu membeli RDA, liquid, kapas, coil, dan toolkit lainnya. Kamu bisa mencari informasi detail harga di marketplace atau bertanya langsung ke vaporista di toko Vape On Kami!
Lebih Baik Mana Antara Pod dan Mod?
Tidak ada jawaban pasti apakah pod lebih baik dari mod dan sebaliknya. Masing-masing device memiliki kelebihan dan kekurangan di kategori masing-masing.
Vapers yang suka uap banyak atau ngebul dan rasa liquid yang tebal dan maksimal, mod menjadi pilihan terbaik. Di sisi lain, vapers yang suka hal-hal praktis dan sensasi yang smooth, pod lah yang menjadi jawaban.
Ada banyak sisi yang bisa dibandingkan. Tinggal kamu suka atau mencari apa.
Mana yang Cocok untuk Pemula?
Tak jarang, vapers baru yang awalnya suka merokok konvensional memilih pod dulu. Hampir 90% perokok konvensional yang berhasil beralih ke vape memulai perjalanannya dengan pod.
Berikut beberapa alasan kenapa pod menjadi pilihan perokok yang mau beralih ke vape:
- Pod memiliki desain yang kecil, panjang, dan padat. Sensasi memegang pod mirip saat mengisap filter rokok.
- Sensasi nikotin cepat dirasakan oleh dan cepat diserap darah. Hal tersebut mirip dengan kecepatan rokok konvensional.
- Pod memberikan sensasi merokok yang smooth karena didesain memiliki throat hit yang tipis, atau bahkan tidak ada sama sekali. Jadi, tarikan pod terasa lebih smooth karena throat hit-nya tipis dan tidak membuat gatal tenggorokan
Baca Juga: Cara Berhenti Merokok Secara Bertahap, Dijamin Berhasil
Setelah membandingkan perbedaan pod dan mod, keduanya tentu memiliki keunggulan masing-masing. Pilihan terbaik ketika diminta memilih antara pod dan mod adalah yang paling sesuai dengan gaya vaping kita. Bagaimana menurut kalian kata? Apa device andalan kamu sekarang, pod atau mod?
Jangan simpan informasi perbedaan pod dan mod ini sendiri. Bagikan artikel ini dan bantu teman vapers lain mengambil keputusan terbaik apakah harus membeli pod atau mod!
Jangan lewatkan juga insight berikut:




