Disposable Pod: Kelebihan, Kekurangan, Lama Penggunaan

disposable pod

Disposable pod kini semakin populer di kalangan vape. Selain praktis, disposable vape juga bisa ditemukan dengan mudah di toko vape di pinggir jalan. Disposable pod berbeda dengan pod isi ulang.

Jangan sampai salah membeli device karena masing-masing memiliki sistem yang berbeda. Kesalahan penggunaan bisa membuat sensasi rasa yang kamu dapatkan tidak sesuai yang kamu harapkan. 

Tak mau menyesal karena sudah buang-buang uang ‘kan? Yuk, baca dulu insight di artikel ini selengkapnya!

Apa Itu Disposable Pod?

Disposable pod dikenal dengan vape sekali pakai. Disposable pod merupakan vape siap pakai yang sudah berisi liquid dan memiliki daya. Kamu tidak perlu mengisi liquid baik di awal maupun setelah habis karena disposable pod dibuang setelah liquid di dalamnya habis.

Tak hanya itu, kamu juga tidak perlu mengisi daya lagi karena disposable vape telah didesain memiliki daya yang cukup untuk puffing sampai liquid di dalamnya habis. 

Jika liquid atau daya sudah habis, kamu bisa langsung membuangnya. Kamu juga tidak bisa mengisi ulang liquid atau daya karena device ini didesain sekali pakai untuk penggunanya.

Kepraktisan disposable pod tidak berhenti disitu, vapers juga tidak perlu mengganti coil dan bingung dengan tombol pod yang memiliki pengaturan beragam. Setiap brand memiliki pengaturan power pod yang berbeda. 

Ada yang perlu menekan tombol 5x untuk menyalakan/mematikannya dan menekan tombol 4x untuk mengunci/membuka kunci tombol. Tenang, kamu tidak perlu memusingkan petunjuk penggunaan tombol secara detail saat menggunakan vape sekali pakai ini.

Cara Kerja Disposable Pod

Cara kerja disposable pod sama dengan vape pada umumnya. Namun, kamu tidak perlu menekan tombol mengaktifkan, firing, dan sejenisnya. Kamu bisa langsung nge-vape dengan device ini dengan cara langsung mengisapnya. 

disposable pod, rokok elektrik sekali pakai

Kelebihan dan Kekurangan

Mau beli device ini? Berikut kelebihan disposable pod yang akan kamu dapatkan:

  1. Ukuran ramping: Disposable pod berukuran tidak terlalu besar sehingga mudah di bawa sehingga bisa menjadi solusi saat kamu bepergian karena kamu tidak memerlukan banyak ruang penyimpanan. Simpan liquid dalam kantong baju agar kamu mudah saat mengambilnya.
  2. Tidak perlu charger: Kamu bisa menggunakan jenis pod ini tanpa perlu khawatir kehabisan daya karena daya sudah didesain cukup untuk total jumlah puff-nya. Jadi, kamu tidak perlu membawa kemana-mana charger ketika daya tiba-tiba habis.
  3. Cocok untuk pemula: Jika kamu mau mencoba nge-vape pertama kali tetapi tidak mau rugi banyak, disposable pod bisa kamu pertimbangkan. Kamu tidak perlu membeli liquid dan device secara terpisah karena semua yang kamu butuhkan sudah ada dalam sekali pembelian.
  4. Ringan: Disposable pod memiliki desain yang ringan sehingga kamu bisa menyimpannya di kantong yang mudah dijangkau selama di perjalanan.
  5. Pilihan rasa beragam: Tak kalah dengan device isi ulang, disposable pod juga menyediakan rasa beragam. Kamu bisa tetap menikmati flavor kesukaanmu selama bepergian.
  6. Desain menarik: Selain praktis, desain disposable pod cenderung minimalis dengan beragam warna yang menarik seperti gambar di atas.
  7. Tidak perlu perawatan khusus: Berbeda dengan pod dan device vape lainnya, pod sekali pakai ini cukup digunakan dengan cara mengisap tanpa perlu membersihkan kapas, cartridge, atau perawatan lainnya.

Tak hanya kelebihan, inilah beberapa kekurangannya:

  1. Tidak ramah lingkungan: Sifatnya yang sekali pakai bisa membuat sampah semakin menumpuk. Sampah elektronik akan menumpuk saat vapers mulai banyak menggunakannya karena pod tidak bisa digunakan lagi. 
  2. Biaya mahal untuk penggunaan jangka panjang: Jika kamu nge-vape dengan disposable pod dan terus membeli saat habis, kamu harus mengeluarkan budget lagi.
  3. Tidak bisa diisi ulang: Sejumlah vapers yang masih memiliki stok liquid sayangnya tidak bisa mengisinya di device ini. Padahal, device yang bisa diisi ulang liquid menjadi pertimbangan sejumlah vapers.

Berapa Lama Disposable Vape Habis?

Pertanyaan ini sering ditanyakan oleh para vapers yang tertarik membeli. Umumnya, disposable pod bisa digunakan untuk 600x hingga 12.000x puff (isapan). Jumlah tersebut akan habis dalam durasi waktu yang tidak tentu karena frekuensi vaping setiap orang bisa berbeda. Jika jumlah puff sudah mencapai batas, kamu tidak akan bisa menggunakan lagi.

Untuk mengatasinya, kamu bisa membeli disposable pod yang menawarkan puff lebih banyak untuk perjalanan panjang. Karena liquid yang tertampung juga tidak banyak, yaitu sekitar 1,3 mL per pod, atur isapan per hari agar bisa bertahan lama.

Tertarik mau membeli? Kamu bisa membelinya di marketplace secara online atau di vape store terdekat. Dengan harga mulai dari sekitar Rp 50.000 (tergantung pada jumlah puff dan brand), kamu bisa membeli dan merasakan sensasi nge-vape di device sekali pakai.

Disposable pod lebih disukai oleh orang-orang karena kemudahan yang ditawarkannya. Meskipun demikian, vapers harus membeli yang baru lagi saat sudah habis alias kamu perlu merogoh kocek lebih ketika mau menggunakan pod dalam jangka waktu yang panjang.

Punya teman yang mau mencoba nge-vape anti ribet? Sarankan disposable pod dan bagikan insight dari artikel ini agar teman vapers-mu semakin yakin dan asik di tongkrongan. Semoga bermanfaat!

Jangan lewatkan pertanyaan yang sering ditanyakan para vapers berikut:

Bagikan melalui :

WhatsApp
X
Facebook
Telegram