Merawat baterai vape merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga baterai awet. Namun, sebelum membahas cara merawat baterai yang benar, pastikan kamu telah memilih baterai sesuai dengan spesifikasi device vape-mu.
Baterai yang tidak dirawat dapat mengalami penurunan performa hingga memperpendek usia baterai. Jika kamu tidak mengetahui cara merawat baterai vape, tenang saja karena saat ini kamu berada di artikel yang tepat.
Yuk, simak artikel ini hingga tuntas untuk mendapatkan jawabannya!
Cara Merawat Baterai Vape
Selain merawat device, jangan lupa untuk merawat baterai. Baterai menentukan flavour liquid yang dikeluarkan vape secara tidak langsung.
Berikut ini beberapa cara merawat baterai vape yang bisa kamu lakukan:
1. Lepas Cas Baterai Sebelum Penuh
Cara merawat baterai vape pertama adalah lepas cas sebelum penuh. Baterai yang terus di cas, akan menambah suhu menjadi lebih panas. Sementara suhu panas adalah musuh baterai karena dapat membuat baterai menjadi gembung serta dapat membuat liquid cepat mencair.
Mengisi daya baterai hingga 100% sebenarnya tidak menjadi masalah dan masih aman dilakukan. Jika kamu ingin memperpanjang usia baterai, sebaiknya isi daya hingga kisaran 80% saja.
Selain itu, overcharge dapat membuat baterai gembung sehingga memperpendek usia baterai. Segera lepas baterai jika telah mencapai daya kisaran 80% agar lebih awet dan tidak mengganggu performa.
2. Cas Baterai Menggunakan Charger dengan Fitur Auto Cut-off
Gunakan charger baterai yang memiliki fitur cut off (auto cut-off) saat mengisi daya baterai vape. Fitur ini mampu menghentikan atau mengurangi aliran listrik secara otomatis, ketika baterai telah mencapai kapasitas penuh.
Fitur auto cut-off ini dapat mencegah terjadinya overcharge. baterai akan lebih terjaga dan tidak terisi berlebihan. Meskipun banyak device vape modern sudah memiliki sistem protection, fitur auto cut-off ini tetap menjadi pilihan yang lebih aman.
Tahukah kamu? Fitur auto cut-off di charger baterai terdapat di charger baterai VRK, lo. Salah satu produk charger baterai mereka yang memiliki fitur ini adalah VRK X4 LCD.
Di deskripsi produk di website VRK, charger VRK X4 LCD disebutkan memiliki beragam fitur protection, salah satunya Over Current Protection (fitur auto cut-off).

3. Tidak Cas Baterai Seharian
Cara merawat baterai vape selanjutnya adalah tidak mengecasnya seharian. Jangan menunggu hingga baterai habis total atau 0% sebelum mengisi daya. Kondisi ini dikenal sebagai deep discharge atau pengosongan daya secara berlebihan.
Deep discharge bisa merusak struktur kimia dalam baterai lithium-ion dan memperpendek usia pakainya.
Untuk mencegah hal itu terjadi, biasakan segera mengisi daya saat baterai sudah menyentuh angka 15% atau 20%. Kebiasaan ini membantu menghindari deep discharge, menjaga performa baterai tetap optimal.
Menurut Prochazka et al. (2016), mencegah deep discharge membantu menjaga kesehatan baterai sehingga masa pakainya tetap optimal. Di paper tersebut sudah disebutkan dengan jelas, yakin masih menunda cas baterai vape saat habis?
4. Menjaga Battery Wrap Tetap Utuh
Salah satu cara merawat baterai adalah dengan menjaga battery wrap tetap utuh. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan atau goresan langsung pada baterai.
Tahukah kamu? Battery wrap membantu meningkatkan keselamatan baterai dengan memberikan isolasi listrik dan perlindungan fisik
Jika wrap baterai mengelupas, baterai bisa saja membahayakan kamu. Berikut ini beberapa fungsi menjaga wrap battery tetap utuh:
- Menjaga korsleting atau kontak yang tidak sengaja menyentuh baterai secara langsung.
- Memberikan perlindungan fisik dari jatuh dari jatuh dan benturan.
- Menjaga keseimbangan suhu panas yang merata sehingga mengurangi terjadinya overheat.
Tanpa wrap yang tepat, baterai bisa memiliki masalah serius, seperti korsleting, bocor, hingga kebakaran. Jadi, kamu perlu menjaga wrap agar tetap utuh. Jika terlanjur rusak, segera ganti atau beli yang baru, ya!
Wrap battery termasuk dalam aksesoris vape yang memiliki fungsi keamanan, lo. Cek aksesoris lainnya yang berperan penting untuk device-mu di Rekomendasi Aksesoris Vape yang Wajib Dimiliki Vapers.
5. Cas dengan Casan Baterai
Banyak vapers menggunakan charger USB-C apa saja tanpa memperhatikan kesesuaian dengan device. Jika dilakukan secara terus menerus, charger yang tidak kompatibel dapat memicu kerusakan pada baterai itu sendiri.
Oleh karena itu, gunakan charger baterai ideal bawaan device atau USB-C berkualitas, yang sesuai dengan spesifikasi device. Hindari penggunaan charger berkualitas rendah atau yang tidak sesuai standar, karena dapat memperpendek masa pakai baterai.
6. Lepas Baterai saat Tidak Lama Dipakai
Jika device tidak digunakan dalam waktu lama, sebaiknya lepaskan baterai dan simpan di dalam casing plastik atau kotak penyimpanan khusus yang biasanya disertakan saat pembelian baterai.
Baterai Lithium-ion sangat sensitif terhadap benturan, tekanan, atau kontak dengan benda logam. Casing baterai dirancang untuk mencegah kontak antarbaterai atau benda lain.
Selain itu, casing juga membantu melindungi baterai dari debu, air, atau benturan ringan, serta menjaga lapisan wrapping agar tidak mudah rusak.
Baca Juga: Ciri-Ciri Baterai Vape Bocor dan Cara Mengatasinya
7. Simpan di Suhu Ruang dan Kering
Suhu yang panas dapat memicu degradasi kualitas baterai sehingga masa pakainya menurun. Oleh karena itu, simpan baterai atau vape di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung.
Berdasarkan review jurnal yang dilakukan Ma et al. (2018), kondisi suhu tinggi dapat mempercepat thermal aging pada baterai sehingga umur pakainya menjadi lebih pendek.
Jangan pernah meninggalkan vape di tempat atau lokasi yang bersuhu tinggi dalam waktu lama karena dapat mempercepat penurunan kualitas baterai. Selain itu, suhu yang panas dapat membuat liquid pada device vape cepat mencair dan berisiko terjadi leaking.
Dengan penyimpanan yang tepat akan melindungi baterai serta menjaga performa perangkat. Jadi, pastikan kamu selalu menyimpan perangkat di tempat dengan suhu ruang dan kering, ya!
8. Segera Ganti Baterai Jika Sudah Menunjukkan Tanda Kerusakan
Cara merawat baterai vape yang terakhir adalah mengganti baterai saat ada tanda-tanda rusak. Jika baterai eksternal pada mod sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan, seperti wrap yang sudah mengelupas, penyok, berkarat, atau mengalami kebocoran, sebaiknya segera ganti dengan baterai yang baru.
Memaksa menggunakan baterai yang sudah rusak dapat menurunkan performa, meningkatkan risiko korsleting hingga membuat kerusakan baterai semakin parah. Oleh karena itu, periksa kondisi fisik baterai secara berkala sebelum digunakan.
Merawat baterai vape adalah salah satu investasi yang bisa kamu lakukan untuk menjaga performa device. Jika kamu adalah seorang pemula dan belum mengetahui cara merawat baterai vape dengan benar, simak tips-tipsnya dalam artikel ini.
Terima kasih telah membaca hingga tuntas, jangan lupa share artikel ini ke sesama vapers agar mereka juga mengetahui cara merawat baterai vape agar tetap awet!
Tak hanya baterai, kamu juga perlu merawat liquid agar awet dengan menyimpannya dengan benar. Baca panduan Cara Menyimpan Liquid yang Benar agar Tidak Rusak.
Isi konten artikel ini mengambil referensi dari:
- P. Prochazkaa, D. Cervinkaa, J. Martisa, R. Cipina and P. Vorela. 2016. Li-ion Battery Deep Discharge Degradation. ECS Transactions, 74 (1)
- Shuai Ma, Modi Jiang, Peng Tao, Chengyi Song, Jianbo Wu, Jun Wang, Tao Deng, Wen Shang. 2018. Temperature effect and thermal impact in lithium-ion batteries: A review. Progress in Natural Science: Materials International, 28 (6)




