Cara mengisi liquid pod memang terlihat simpel, tetapi tidak bisa dilakukan secara asal karena efeknya bisa kemana-mana. Kesalahan mengisi liquid bisa menyebabkan rasa liquid cepat berubah, uap tidak keluar maksimal, hingga bisa merusak cartridge.
Padahal masalah seperti ini sering kali bukan karena liquid atau device-nya, tapi karena cara dan waktu pengisian liquid yang kurang tepat. Kami ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar liquid terasa enak, tidak mudah bocor, dan cartridge tetap awet.
Simak penjelasan lengkap cara mengisi liquid pod dan informasi penting lainnya sampai habis, ya!
Waktu yang Tepat Isi Liquid
Sebelum membahas cara mengisi liquid pod, mari kita bahas kapan waktu yang tepat mengisi liquid.
Idealnya, liquid pod diisi ulang tiap 2–4 hari sekali, tergantung seberapa sering kamu nge-puff. Kalau termasuk pengguna aktif yang sering vaping seharian, mengisi liquid pod bahkan bisa dilakukan setiap hari.
Saat re-fill liquid, jangan tunggu sampai benar-benar kering karena itu bisa membuat coil cepat rusak dan rasa menjadi gosong.
Kamu tak perlu bingung, ada beberapa tanda yang bisa kamu rasakan langsung sebagai penanda kalau liquid pod sudah waktunya diisi ulang. Berikut tanda cartridge-mu perlu diisi liquid:
1. Rasa mulai menurun
Salah satu tanda paling umum adalah rasa liquid yang nggak sekuat biasanya. Rasa jadi lebih hambar, tipis, atau bahkan berubah. Hal ini biasanya terjadi karena sisa liquid di cartrige sudah sedikit, sehingga kapas di dalamnya nggak basah secara optimal.
2. Uap berkurang
Kalau kamu merasa uap yang dihasilkan makin sedikit padahal baterai masih aman, itu bisa menjadi tanda liquid di dalam pod mulai menipis. Liquid yang cukup sangat berpengaruh ke produksi uap. Ketika jumlahnya berkurang, performa pun ikut turun.
3. Liquid hampir habis
Tanda paling jelas tentu saja saat liquid sudah mendekati batas bawah cartridge. Sebaiknya isi ulang sebelum benar-benar habis agar coil tetap terjaga dan rasa liquid nggak rusak. Mengisi liquid di waktu yang tepat juga membantu memperpanjang usia cartridge pod.
Cara Mengisi Liquid Pod
Agar rasa liquid tetap enak dan cartridge nggak cepat rusak, proses pengisian liquid pod sebaiknya dilakukan dengan urutan yang benar. Berikut cara mengisi liquid pod yang bisa kamu ikuti:
1. Lepaskan cartridge dari device
Sebelum mengisi liquid, biasakan melepas cartridge dari device dulu. Karena kalau isi liquid dalam kondisi masih terpasang, ada risiko liquid netes ke bagian bawah dan membuat konektor lembap.
Jika kamu memaksa, cartridge bisa mengganggu performa pod dan bikin device jadi lebih cepat bermasalah.
2. Buka lubang pengisian dengan hati-hati
Setelah cartridge dilepas, cari lubang pengisian liquid yang biasanya berasa di sisi samping, atas atau mungkin bagian bawah cartridge. Buka penutupnya secara perlahan agar karet penutup tidak sobek atau longgar.
Mengapa harus hati-hati? Karena penutup yang rusak bisa menyebabkan liquid mudah bocor saat digunakan alias leaking!
3. Isi liquid secara perlahan dan terkontrol
Tahapan cara mengisi liquid pod selanjutnya adalah menuangkan liquid ke cartridge. Kamu bisa memasukkan liquid ke dalam cartridge secara perlahan sambil memperhatikan batas maksimal pengisian.
Hindari mengisi sampai penuh karena liquid membutuhkan ruang udara di dalam cartridge. Pastikan juga liquid tidak masuk ke lubang tengah atau airflow, karena bisa menyebabkan gurgling, bocor, atau rasa tidak keluar maksimal.
4. Periksa kembali dan tutup cartridge dengan rapat
Setelah liquid terisi, cara mengisi liquid pod terakhir adalah cek bagian luar cartridge dan bersihkan jika ada liquid yang menetes. Pastikan lubang pengisian tertutup rapat dan tidak ada bagian karet atau penutup yang melipat, lalu pasang kembali cartridge ke device dengan posisi yang benar.
Setelah semua langkah pengisian liquid selesai, sebaiknya jangan langsung digunakan. Diamkan cartridge selama 2-3 menit, terutama jika menggunakan cartridge baru. Tahap ini biasa disebut dengan priming.
Priming dalam vape penting agar liquid benar-benar meresap ke kapas secara merata. Dengan menunggu sejenak sebelum ngevape, rasa liquid bisa keluar lebih maksimal, uap stabil, dan risiko dry hit pun bisa diminimalisir.
Jangan lewatkan artikel tentang liquid berikut:
- Cartridge 0.8 Untuk Liquid Apa? Ini Settingannya
- 4 Ciri Liquid Kadaluarsa, Aman Digunakan?
- Jenis Liquid Pod yang Tepat dan 10 Rekomendasinya
Tips Mengisi Liquid Pod
Agar liquid tidak mudah bocor dan performa pod tetap stabil, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut tips mengisi liquid pada cartridge:
1. Segera tutup lubang pengisian setelah mengisi liquid
Setelah selesai menuang liquid, segera tutup kembali lubang pengisian. Penutup yang tidak rapat atau dibiarkan terbuka terlalu lama bisa bikin liquid gampang merembes keluar. Selain itu, menutup cartridge dengan benar juga membantu mencegah liquid masuk ke bagian airflow.
2. Hindari mengisi liquid terlalu penuh
Mengisi cartridge hingga batas maksimal sudah cukup. Jika terlalu penuh, tekanan di dalam cartridge bisa meningkat dan risiko kebocoran bisa terjadi, terutama saat pod dipakai dan disimpan di dalam tas.
Lalu berapa batas maksimal mengisi liquid? Kamu bisa mengisi 1/2 atau sampai 3/4 dari kapasitas liquid.
3. Gunakan liquid yang sesuai dengan jenis pod
Setiap pod memiliki karakteristik masing-masing. Menggunakan liquid dengan rasio PG/VG yang sesuai membantu penyerapan berjalan lebih lancar dan rasa liquid keluar lebih optimal. Liquid yang tidak sesuai bisa membuat cartridge cepat rusak.
4. Perhatikan posisi penyimpanan setelah mengisi liquid
Setelah mengisi liquid, usahakan meletakkan cartridge dalam posisi berdiri atau aman, terutama saat liquid masih penuh.
Mengisi liquid pod memang terlihat sederhana, tetapi beberapa hal kecil yang sering terlewat membuat pengalaman vaping kurang nyaman. Dengan memperhatikan waktu pengisian, mengikuti langkah di atas dan lebih teliti saat menuang liquid, risiko seperti leaking atau rasa gosong dapat kamu hindari.
Itulah cara mengisi liquid pod dengan benar. Bagikan ke temanmu sesama vapers agar tongkronganmu bisa nge-vape bebas tanpa drama!
Jangan lewatkan:




