3 Cara Menghisap Vape yang Benar, Kenali Gaya Vaping Kamu!

cara menghisap vape MTL DTL RTL

Ternyata, cara menghisap vape bisa memengaruhi pengalaman vaping kamu, lho! Setiap orang bisa punya gaya vaping yang berbeda, tergantung device, liquid, dan preferensi masing-masing.

Buat kamu yang masih pemula, jangan asal menghisap vape hanya karena ingin menghasilkan banyak uap. Gaya vaping punya karakter yang berbeda, mulai dari tarikan yang lebih ringan hingga tarikan yang lebih dalam. 

Nah, sudah tahu gaya vaping yang paling cocok buat kamu? Jika belum, yuk, simak artikel ini hingga tuntas untuk memahami gaya vaping yang paling cocok buat kamu!

Cara Menghisap Vape (Gaya Vaping)

Cara menghisap vape tidak hanya menentukan pengalaman vaping dan kenyamanan kamu, tetapi menentukan jumlah uap juga hingga rasa yang dihasilkan. Berikut ini beberapa cara menghisap vape yang bisa kamu pilih berdasarkan kriteria kamu: 

1. MTL

MTL (Mouth to Lung) adalah jenis tarikan yang paling mirip dengan merokok. Pada jenis ini, uap terlebih dahulu ditahan di mulut sebelum masuk ke paru-paru. Karena gaya tarikan yang lebih ringan, MTL sering menjadi pilihan bagi pemula maupun mantan perokok.

Perangkat yang digunakan untuk gaya MTL umumnya memiliki karakter tarikan yang lebih ketat dan menghasilkan uap tidak terlalu banyak. Secara umum, gaya ini dilakukan dengan menarik uap terlebih dahulu ke dalam mulut, kemudian menghirupnya menuju paru-paru sebelum menghembuskannya lagi.  

Jika kamu adalah seorang pemula, lakukan dengan perlahan dan jangan memaksa diri. Hentikan penggunaan jika muncul keluhan seperti batuk berlebihan, pusing, mual, atau iritasi. 

Secara garis besar, berikut cara menghisap vape dengan gaya MTL:

  1. Hisap ke dalam mulut. Lakukan hisapan yang panjang, halus, dan stabil.
  2. Hirup ke paru-paru. Hirup uap ke dalam paru-paru dan biarkan udara ikut masuk sedikit.
  3. Hembuskan uap. Hembuskan sisa uap yang ada.

Semakin lama kamu membiarkan uap vape tertahan di dalam mulut, semakin besar kepuasan yang kamu peroleh.

2. DTL

Cara menghisap vape selanjutnya adalah DTL. DTL atau Direct to Lung merupakan gaya vaping dengan tarikan yang langsung diarahkan ke paru-paru.

Jenis tarikan ini umumnya dikaitkan dengan perangkat vape yang lebih bertenaga serta liquid dengan kandungan VG yang lebih tinggi.

Berbeda dengan MTL, jenis DTL uap langsung dihirup menuju paru-paru. Sensasinya cenderung lebih lega dan menghasilkan vapor yang lebih besar, sehingga sering dianggap seperti hookah daripada rokok konvensional. 

Dalam praktiknya jenis DTL membutuhkan device dan liquid yang memang sesuai. Kenali device terlebih dahulu dan jangan memaksa tarikan terlalu berat. 

Berikut cara menghisap vape gaya DTL:

  1. Hirup uap secara perlahan langsung ke dalam paru-paru, tanpa menahannya di mulut.
  2. Lepaskan device dari mulut dan embuskan napas.

3. RDL

RDL atau Restricted Direct to Lung adalah gaya vaping yang berada di antara MTL dan DTL. Gaya ini cukup populer karena memberikan sensasi tarikan yang lebih lega daripada MTL, tetapi tidak sebebas DTL. 

Cara menghirupnya mendekati gaya DTL, sementara airflow yang digunakan dibuat lebih terbatas sehingga tarikan terasa lebih rapat. Salah satu daya tarik RDL adalah keseimbangan rasa dan produksi uap.

Untuk menggunakan gaya RDL, diperlukan perangkat yang memiliki airflow adjustable sehingga tingkat keterbatasan udara dapat disesuaikan. Pemilihan coil dan daya juga harus mengikuti spesifikasi perangkat rekomendasi produsen. 

Gaya vaping RDL memiliki cara berikut:

  1. Tutup sebagian besar (atau seluruh) airflow.
  2. Hirup uap secara perlahan langsung ke dalam paru-paru tanpa menahannya di mulut.
  3. Lepaskan device dari mulut dan embuskan napas. Gaya vaping ini menghasilkan rasa liquid yang lebih baik dari pengguna DTL dan uap yang lebih banyak dari pengguna MTL.

MTL DTL RTL
Gambar oleh Vape UK

Itulah 3 cara menghisap vape yang perlu kamu tahu perbedaannya. Nah, apa jenis device yang cocok untuk masing-masing? Detail penjelasan ada di poin selanjutnya, ya!

Jenis Device Berdasarkan Gaya Vaping

Gaya vaping yang kamu gunakan biasanya berkaitan dengan jenis device yang kamu pakai. Setiap device memiliki karakter berbeda, mulai dari daya, airflow hingga jenis coil yang digunakan. 

Oleh karena itu, penting untuk memahami karakter perangkat sebelum menentukan gaya vaping paling nyaman, berikut jenis device berdasarkan daya vaping yang bisa menjadi referensi kamu: 

a. Pod Vape

Pod umumnya lebih sering digunakan dengan gaya MTL (Mouth to Lung), karena memiliki tarikan yang cenderung lebih ketat dan praktis untuk kegunaan sehari-hari. Namun, beberapa pod dengan airflow yang dapat diatur juga bisa mendukung gaya RDL.

b. Mod

Vape mod memiliki pilihan pengaturan daya dan airflow yang lebih luas. Device ini lebih sering digunakan untuk DTL (Direct to Lung), karena dapat menghasilkan uap yang lebih banyak, terutama jika dipasangkan dengan coil dan liquid yang sesuai.

c. AIO (All-in-One)

Device ini memiliki karakter yang cukup fleksibel dan dapat mendukung gaya RDL (Restricted Direct to Lung) pada perangkat tertentu. Hasil akhirnya tetap tergantung pada jenis coil, airflow, dan spesifikasi device yang digunakan.

Jenis Liquid Berdasarkan Gaya Vaping

Selain device, jenis liquid juga menentukan karakter dan pengalaman vaping kamu. Liquid memiliki dua jenis yang umum digunakan oleh vapers yaitu salt nic dan freebase.

Berikut jenis liquid berdasarkan gaya vaping yang bisa menjadi pilihan kamu:

a. Salt Nic

Liquid salt nic umumnya lebih cocok dipasangkan dengan device berdaya rendah dan gaya MTL (Mouth to Lung). Karena memiliki kadar nikotin yang relatif tinggi dengan sensasi yang cenderung lebih smooth.

b. Freebase

Freebase biasanya digunakan pada perangkat dengan daya lebih tinggi dan cocok menggunakan jenis tarikan DTL (Direct to Lung), terutama ketika menggunakan formulasi dengan VG tinggi. Pilihan yang tepat bagi vapers yang mengutamakan uap dan rasa. 

Meskipun begitu, device dan liquid tidak selalu terbatas pada satu gaya vaping saja. Selalu cek rekomendasi produsen mengenai coil, rasio PG/VG, kadar nikotin, dan rentang daya yang sesuai agar penggunaannya tidak melebihi spesifikasi perangkat.

Cara menghisap vape tidak hanya bergantung pada kebiasaan rutin vapers, tapi juga device serta liquid yang digunakan. Namun, jika kamu adalah seorang pemula atau mantan perokok lebih baik menggunakan gaya tarikan MTL (Mouth to Lung). 

Semoga dengan membaca artikel cara menghisap vape ini bisa membantu kamu menentukan gaya vaping yang paling sesuai dengan karakter kamu, ya.

Share juga ke semua vapers ya, agar mereka bisa menentukan tarikan yang tepat untuk menemani aktivitas vaping!

Baca juga artikel lain kami yang masih membahas seputar dunia vaping:

Mengenal Perusahaan Vape On Indonesia

Vape On Indonesia adalah perusahaan retail dan distribusi vape terbaik di Indonesia yang telah beroperasi sejak tahun 2016. Dengan komitmen menghadirkan produk berkualitas dan layanan profesional, Vape On Indonesia menyediakan berbagai produk vape lengkap, mulai dari device, liquid, hingga komponen vape lainnya bagi mitra bisnis dan konsumen di seluruh Indonesia.

Bagikan melalui :

WhatsApp
X
Facebook
Telegram
logo tentang vape on

Verifikasi Usia

Anda wajib berusia 21+ agar bisa mengakses website kami.

Belum berusia 21+? Klik disini!