Seperti rokok konvensional, liquid pada vape juga mengandung nikotin. Perbedaannya, kadar nikotin pada liquid dapat bervariasi sesuai dengan jenis dan produk yang digunakan. Manfaat nikotin masing-masing pun juga sama.
Rokok konvensional umumnya memiliki kadar nikotin yang telah ditentukan oleh produsen. Namun, tahukah kamu bahwa nikotin dapat memberikan efek tertentu pada tubuh? Meskipun memiliki manfaat, mengonsumsi zat ini dalam jumlah banyak dapat menimbulkan efek samping pada tubuh.
Lalu, apa saja manfaat nikotin dan efek kelebihan yang dapat terjadi pada tubuh? Simak artikel ini untuk mengetahui jawabannya!
Manfaat Nikotin
Nikotin adalah senyawa kimia bersifat adiktif yang secara alami terdapat dalam tanaman tembakau. Pada vape, nikotin terkandung dalam cairan atau liquid dengan kadar yang beragam.
Umumnya nikotin pada liquid dapat berkisar 0 mg/mL yang berarti tanpa nikotin hingga kadar yang sangat tinggi, sekitar 50-60 mg/mL atau setara dengan 5-6%. Berdasarkan formulanya, nikotin dalam liquid tersedia dalam bentuk freebase atau salt nic.
Beberapa manfaat nikotin mungkin akan dirasakan oleh vapers dalam jangka pendek. Namun, efek tersebut bukan berarti nikotin memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh.
Berikut beberapa manfaat nikotin bagi tubuh:
1. Meningkatkan Pelepasan Endorfin
Manfaat nikotin pertama adalah adanya peningkatan pelepasan endorfin. Endorfin adalah hormon pereda nyeri alami tubuh.
Nikotin dapat memengaruhi pelepasan senyawa endorfin yang dapat menimbulkan perasaan rileks atau senang untuk sementara. Efek ini juga dapat membuat seseorang merasa lebih tenang ketika mengalami stres atau kecemasan.
2. Membuat Tubuh Terasa Lebih Berenergi
Selain itu, manfaat nikotin juga dapat merangsang pelepasan adrenalin sehingga detak jantung dan kewaspadaan meningkat. Kondisi ini membuat tubuh terasa lebih berenergi dan bersemangat dalam waktu singkat.
3. Memengaruhi Fungsi Kognitif
Mengonsumsi nikotin memberikan efek sementara terhadap beberapa aspek fungsi kognitif, seperti perhatian dan kewaspadaan. Namun, bukan berarti nikotin dapat meningkatkan kemampuan otak secara keseluruhan dalam jangka panjang.
Penting untuk memahami bahwa berbagai efek yang dirasakan setelah mengonsumsi nikotin umumnya hanya berlangsung dalam jangka pendek. Seiring pemakaian, tubuh dapat mengalami toleransi sehingga pengguna membutuhkan nikotin lebih banyak atau lebih sering untuk mendapatkan efek yang sama.
Itulah manfaat nikotin yang akan kamu dapatkan. Namun, penyerapan nikotin ke dalam tubuh bukan berarti boleh berlebih. Kamu harus tetap membatasi atau merasakan efek sampingnya.
Apa efek kelebihan nikotin? Kami jelaskan di poin selanjutnya, ya!
Efek Kelebihan Nikotin
Nikotin memberikan manfaat bagi tubuh, jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Namun jika mengkonsumsinya secara berlebihan maka dapat menimbulkan berbagai efek negatif bagi tubuh.
Berikut ini beberapa risiko dan efek kelebihan nikotin:
1. Menyebabkan Ketergantungan
Kelebihan nikotin pada tubuh dapat merangsang pelepasan dopamin di otak yang menimbulkan sensasi menyenangkan. Penggunaan berulang dapat membuat tubuh dan otak beradaptasi terhadap nikotin, sehingga muncul ketergantungan dan keinginan untuk terus menggunakannya.
2. Mengganggu Kesehatan Lambung
Akibat kelebihan nikotin lainnya adalah dapat memengaruhi sistem pencernaan dan pada sebagian orang dapat memperburuk gejala gangguan seperti GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Namun, hubungan nikotin dengan gangguan lambung dapat dipengaruhi oleh faktor lain.
3. Mengganggu Perkembangan Otak
Paparan nikotin selama masa perkembangan otak dapat memengaruhi area yang berkaitan dengan perhatian, pembelajaran, suasana hati, dan kontrol impuls. Terutama pada remaja hingga sekitar usia 25 tahun.
4. Meningkatkan Risiko Gangguan Kardiovaskular
Kelebihan nikotin menyebabkan denyut jantung dan tekanan darah meningkat, serta memberikan tekanan pada sistem kardiovaskular. Penggunaan produk yang mengandung nikotin juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko masalah kesehatan jantung dan pembuluh darah.
5. Berisiko Bagi Kehamilan
Dampak kelebihan nikotin selama kehamilan dapat membahayakan perkembangan janin dan meningkatkan risiko berbagai komplikasi kehamilan. Oleh karena itu, produk yang mengandung nikotin sebaiknya dihindari selama masa kehamilan.
6. Menyebabkan Keracunan Nikotin
Paparan nikotin dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan keracunan. Gejalanya dapat berupa mual, muntah, pusing, sakit kepala, kejang, hingga kematian. Pada paparan yang sangat berat, keracunan nikotin dapat mengancam nyawa.
Baca Juga:
- Kadar Nikotin Liquid: Mana yang Paling Enak untuk Vape?
- Cara Cek Kadar Nikotin Liquid, Hati-Hati Salah Ambil!
Cara Mengatasi Kelebihan Nikotin
Jika kamu terlanjur mengalami ketergantungan nikotin dan ingin berhenti mengonsumsinya. Berikut ini beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk membantu mengurangi atau menghentikan penggunaan nikotin, antara lain:
1. Terapi Pengganti NIkotin
Terapi pengganti nikotin atau NRT (Nicotine Replacement Therapy) dapat membantu mengurangi gejala putus nikotin dan keinginan untuk menggunakan produk tembakau. NRT tersedia dalam beberapa bentuk, seperti permen karet, lozenges, dan patch. Penggunaannya sebaiknya mengikuti resep dokter.
2. Terapi Perilaku Kognitif
Dampak kelebihan nikotin dapat diatasi dengan melakukan terapi kognitif. Terapi tersebut dapat membantu seseorang mengenali pikiran, situasi, kebiasaan, atau pemicu yang mendorong keinginan menggunakan nikotin.
Dengan bantuan terapis, seseorang dapat mempelajari strategi untuk menghadapi pemicu tersebut dan membangun kebiasaan yang lebih sehat.
3. Membangun Motivasi Untuk Berhenti
Keinginan dan komitmen untuk berhenti menggunakan nikotin merupakan bagian penting dalam proses pemulihan. Menentukan alasan untuk berhenti, menetapkan target, dan meminta dukungan dari keluarga atau orang terdekat dapat membantu menjaga motivasi.
4. Obat-obatan
Dalam kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan obat untuk membantu mengatasi ketergantungan nikotin. Beberapa obat, seperti bupropion atau varenicline, dapat digunakan sebagai bagian dari program berhenti merokok. Namun, obat-obat tersebut harus berdasarkan resep dokter.
5. Jangan Anggap Nikotin Bebas Risiko
Nikotin bukan zat yang bebas risiko, beberapa efek seperti rasa rileks atau meningkatnya kewaspadaan mungkin dirasakan dalam jangka pendek, tetapi efek tersebut bukan merupakan manfaat kesehatan jangka panjang. Penggunaan secara berulang dapat menyebabkan ketergantungan dan meningkatkan berbagai risiko kesehatan.
6. Akupuntur
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kelebihan nikotin yaitu dengan akupuntur. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa terapi ini berpotensi membantu mengurangi keinginan menggunakan nikotin, terutama dalam jangka pendek.
Meskipun memiliki manfaat, manfaat pada nikotin hanya berlaku untuk jangka pendek. Oleh karena itu, manfaat nikotin tidak dapat disamakan dengan manfaat kesehatan.
Penggunaan nikotin secara terus menerus atau dalam jumlah yang berlebihan tetap memiliki ketergantungan dan dampak negatif pada tubuh.
Jika kamu terlanjur mengonsumsi nikotin secara berlebihan, beberapa cara mengatasi kelebihan nikotin seperti di atas dapat menjadi alternatif untuk kamu coba.
Jangan ragu untuk share artikel ini ke sesama vapers lainnya, supaya mereka juga mengetahui manfaat dan efek dari kelebihan mengonsumsi nikotin!
Baca juga artikel terkait:




