Apakah Liquid Mengandung Gula? Ini Kaitannya dengan Diabetes

apakah liquid mengandung gula

Banyak yang mengira bahwa liquid mengandung gula untuk menambahkan manis di dalamnya. Anggapan ini berasal dari liquid yang memiliki rasa manis. 

Padahal rasa manis dari liquid tidak selalu berasal dari gula pasir atau bubuk seperti yang biasa ditemukan dalam makanan dan minuman. Kesalahpahaman ini memunculkan anggapan bahwa pengguna atau konsumsi liquid dapat menyebabkan diabetes.

Lalu, bagaimana penjelasannya? Simak pembahasan detailnya!

Kandungan Gula di Liquid Vape

Sebuah pertanyaan yang sering kali diperdebatkan di kalangan vapers adalah “Apakah liquid mengandung gula?” Rasa manis pada liquid vape memang terasa kuat, tetapi rasa tersebut umumnya bukan berasal dari gula, melainkan dari bahan perasa. 

Liquid vape pada umumnya tidak menggunakan gula sebagai bahan utama. Rasa manis pada liquid berasal dari formulasi perasa atau bahan pemanis tertentu untuk memberikan sensasi rasa sesuai dengan varian. 

Oleh karena itu, rasa manis pada liquid tidak bisa langsung diartikan mengandung gula seperti yang terdapat pada makanan atau minuman. VG sendiri adalah senyawa alkohol gula (sugar alcohol/polyol), bukan gula yang sama dengan sukrosa dan cara tubuh memprosesnya berbeda. 

Jadi sudah paham ‘kan apakah liquid mengandung gula?

Apakah Liquid Menyebabkan Diabetes?

Salah satu risiko yang masih kurang diketahui oleh sebagian pengguna vape adalah kemungkinan hubungan antara penggunaan vape dan gangguan metabolisme gula darah. 

Menurut dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dr Rahmantio Adi, Sp.PD, penyakit diabetes ternyata juga bisa berasal dari kebiasaan ngevape.

Meskipun vape tidak mengandung TAR atau residu tembakau seperti rokok konvensional, aerosol yang dihasilkan dari pemanasan liquid tetap dapat mengandung berbagai zat kimia.

Paparan zat tersebut dapat memengaruhi metabolisme tubuh, termasuk sensitivitas insulin dan regulasi kadar gula darah.

Selain itu, nikotin dapat memengaruhi kerja insulin dan metabolisme glukosa. Penggunaan produk yang mengandung nikotin secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi insulin, yang merupakan salah satu faktor risiko diabetes melitus tipe 2. 

Dengan demikian, penggunaan vape tidak dapat dikatakan sebagai penyebab langsung diabetes pada setiap orang. Namun, penggunaan vape yang mengandung nikotin dapat menjadi salah satu faktor yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan metabolisme gula darah dan resistensi insulin. 

Meskipun tidak langsung menjadi pemicu diabetes, namun vape dapat memicu pradiabetes yang menjadi awal diabetes dalam tubuh. 

Oleh karena itu, vapers perlu memperhatikan kadar nikotin yang masuk ke dalam tubuh mereka. Hindari mengonsumsi berlebihan karena vape bersifat TIDAK BEBAS RISIKO.

Sama seperti rokok, penggunaan vape memiliki risiko lonjakan kadar gula darah. Meskipun tidak mengandung gula dalam kandungan liquid, liquid tetap memiliki resiko untuk prediabetes, sehingga harus diperhatikan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Penjelasan risiko diabetes dalam vape dapat kamu baca dalam artikel ini Penjelasan tentang Vape Bikin Diabetes, Baca di Sini!  

Itulah penjelasan apakah liquid mengandung gula atau tidak. Jangan ragu untuk share artikel ini ke sesama vapers lainnya, agar mereka juga bisa memperhatikan kesehatan mereka!

Baca juga artikel lain dari kami: 

Mengenal Perusahaan Vape On Indonesia

Vape On Indonesia adalah perusahaan retail dan distribusi vape terbaik di Indonesia yang telah beroperasi sejak tahun 2016. Dengan komitmen menghadirkan produk berkualitas dan layanan profesional, Vape On Indonesia menyediakan berbagai produk vape lengkap, mulai dari device, liquid, hingga komponen vape lainnya bagi mitra bisnis dan konsumen di seluruh Indonesia.

Bagikan melalui :

WhatsApp
X
Facebook
Telegram
logo tentang vape on

Verifikasi Usia

Anda wajib berusia 21+ agar bisa mengakses website kami.

Belum berusia 21+? Klik disini!